Minggu, 28 April 2013

Business Plan Bola-Bola Rasa




RINGKASAN EKSEKUTIF
 
Jajanan atau makanan berbentuk bulat yang sudah dikenal banyak masyarakat dengan nama onde-onde ini merupakan makanan berbahan utama tepung dengan taburan wijen dan berisi berbagai macam rasa sesuai keinginan dan merupakan produk yang diproduksi oleh Borax Cake n’ CafĂ© yang menjadi produk unggulan perusahaan ini.
Perusahaan ini bergerak di bidang makanan yang menghasilkan berbagai macam makanan seperti bola-bola rasa, dosie (donat isie), dan makanan lainnya. Untuk menunjang keberhasilan usaha ini maka diperlukan rencana-rencana yang jelas dan matang. Adapun rencana tersebut antara lain:
1.        Penetapan target pasar
2.        Pengkajian ‘kekuatan’ competitor usaha
3.        Strategi pemasaran yang digunakan
Rencana modal yang dibutuhkan sebesar Rp17.500.000,- dengan perincian sebagai berikut: dana sebesar Rp6.250.000,- digunakan untuk biaya produksi; dana sebesar Rp150.000,- digunakan untuk pemasaran produk dan pemanfaatan teknologi informasi; dan dana sebesar Rp1.700.000,- digunakan sebagai cadangan modal.
Proyeksi nilai penjualan yang kami targetkan untuk bulan I ketika usaha ini berjalan sebesar Rp13.500.000,- dengan kenaikan penjualan sebesar Rp500.000 – Rp1.000.000 tiap bulannya.
Pembagian keuntungan dengan pihak investor akan dilakukan pada akhir tahun dengan prosentase 2% dari penerimaan pinjaman. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, BEP akan tercapai pada bulan kedua setelah usaha ini berjalan dan ROI akan terjadi pada tahun kedua setelah proses investasi dilakukan.
Prospek existensi industri nantinya ditarget minimal 5 tahun dengan dilakukan inovasi pada produk dan pelayanan perusahaan.


ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN
 
1.        PRODUK YANG DIHASILKAN
1.    Jenis produk yang dihasilkan : Kue Bola-Bola Rasa
2.    Karakteristik produk              : Kue Bola denga rasa yang dapat diisi sesuai dengan selera pilihan rasa.
KEUNGGULAN PRODUK YANG DIMILIKI :


1.      Memiliki berbagai macam isi rasa sesuai dengan pilihan pembeli.
2.      Produk makanan yang ringan dan unik.
  1. Harga sangat terjangkau oleh barbagai kalangan. 

2.        TARGET / SEGMEN PASAR YANG DITUJU
1.    Geografis Wilayah
Area yang nantinya dicover adalah seluruh wilayah Jawa Timur dengan segmentasi awal daerah Surabaya dan sekitarnya.
2.    Tingkat Penghasilan
Segmen yang kami tuju adalah berbagai kalangan ekonomi.
3.    Karakteristik Konsumen

SEGMEN PASAR
PANGSA PASAR
Pelajar dan Mahasiswa
50%
Pengajar/Dosen
20%
Pegawai kantoran
30%
Total
100%
 

Data Manipulation Language



Nama                : Wildan          
NIM                 : 07.39010.0073
Nama MK        : SQL II
Nama Dosen     : Ibu Titik Lusiani
Blog Dosen       : http://blog.stikom.edu/lusiani/

MANIPULASI DATA
Manipulasi data adalah melakukan pengolahan data. Data Manipulation Language adalah kumpulan perintah query pada SQL yang digunakan untuk memanipulasi atau mengolah data. Manipulasi data dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan perintah insert, update, dan delete.

INSERT
Insert adalah perintah pada SQL yang digunakan untuk menambah atau memasukkan data. Perintah insert dapat tersimpan jika diikuti dengan perintah commit. Tetapi perintah insert juga akan tersimpan secara otomatis jika keluar atau logout dari sistem (aplikasi) secara normal. Contoh :
INSERT INTO Mahasiswa VALUES (0900456,’Painah’,’Surabaya’);

PERBEDAAN DELETE dan TRUNCATE
Delete adalah perintah yang digunakan untuk menghapus data pada baris atau kondisi tertentu. Sedangkan truncate adalah menghapus semua isi yang ada pada tabel. Berikut contoh penulisan syntax delete :
DELETE FROM Mahasiswa WHERE Nama = ‘Painah’;

CONTROLLING TRANSACTION
Controlling transaction adalah perintah yang digunakan untuk melakukan kontrol atau pengaturan pada transaksi. Contoh perintah cotrolling transaction adalah commit dan rollback. Commit adalah perintah yang digunakan untuk menyimpan perintah SQL yang telah dijalankan pada posisi terakhir. Sedangkan rollback adalah perintah pada SQL yang digunakan untuk membatalkan transaksi pada perintah sebelumnya karena adanya kesalahan pada perintah tersebut.